
Dalam era digital saat ini, keamanan informasi dan penanganan insiden siber menjadi aspek penting dalam penyelenggaraan pemerintahan berbasis elektronik. Salah satu perangkat lunak yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung proses investigasi digital forensik.
Apa itu Autopsy?
Autopsy merupakan platform digital forensik open-source yang berfungsi sebagai antarmuka grafis dari The Sleuth Kit. Aplikasi ini digunakan untuk melakukan analisis terhadap media penyimpanan digital seperti hard disk, flashdisk, maupun image file sistem, guna menemukan dan mengumpulkan bukti digital secara sistematis .
Autopsy banyak digunakan oleh aparat penegak hukum, institusi pemerintahan, serta organisasi untuk keperluan investigasi insiden keamanan informasi dan kejahatan siber.
Tujuan Penggunaan Autopsy
Autopsy digunakan untuk mendukung kegiatan digital forensik, antara lain:
- Analisis metadata file dan sistem
- Pemulihan data yang terhapus (deleted files)
- Pencarian data berbasis kata kunci (keyword search)
- Analisis struktur folder dan isi media penyimpanan
- Penyusunan laporan hasil investigasi digital forensik.
Autopsy pada Sistem Operasi Kali Linux
Autopsy telah terintegrasi secara bawaan pada sistem operasi Kali Linux, sehingga dapat langsung digunakan oleh analis forensik. Autopsy dijalankan melalui layanan web lokal dan diakses melalui browser dengan port tertentu, sehingga memudahkan proses analisis tanpa mengubah barang bukti asli.
Pembuatan Kasus (Case) Digital Forensik
Setiap proses investigasi diawali dengan pembuatan case baru, yang berisi informasi kasus, deskripsi investigasi, serta data petugas atau tim pemeriksa. Pendekatan ini membantu menjaga kerapihan, integritas, dan akuntabilitas proses investigasi digital.
Penambahan dan Analisis Image File
Dalam praktik digital forensik, analis tidak bekerja langsung pada barang bukti asli, melainkan menggunakan image file hasil duplikasi media penyimpanan. Autopsy memungkinkan penambahan image file tersebut untuk dianalisis, termasuk identifikasi partisi, sistem file, dan struktur data di dalamnya.
Analisis File dan Kategori Data
Autopsy menyediakan berbagai fitur analisis, seperti:
- Penelusuran file dan direktori
- Pengelompokan file berdasarkan jenis (file type)
- Analisis metadata dan informasi waktu (created, accessed, modified)
- Identifikasi file tersembunyi dan file terhapus.
Pengelompokan file juga dapat dilakukan berdasarkan ekstensi maupun MIME type untuk memudahkan pencarian data relevan.
Pencarian Kata Kunci dan Timeline
Fitur Keyword Search memungkinkan pencarian data tertentu berdasarkan kata kunci, termasuk teks, email, dan pola tertentu. Selain itu, Autopsy menyediakan fitur Timeline Analysis untuk melihat aktivitas sistem secara kronologis, sehingga membantu memahami urutan kejadian pada perangkat yang dianalisis.
Pelaporan Hasil Investigasi
Setelah proses analisis selesai, Autopsy memungkinkan pembuatan laporan digital forensik dalam berbagai format, seperti HTML. Laporan ini berisi ringkasan temuan, bukti digital, serta hasil analisis yang dapat digunakan sebagai bahan evaluasi maupun dokumentasi resmi.
Pemanfaatan Autopsy merupakan bagian dari upaya peningkatan kapasitas pengelolaan keamanan informasi dan penanganan insiden siber di lingkungan pemerintah daerah. Dengan penggunaan yang tepat dan sesuai ketentuan, Autopsy dapat menjadi alat bantu yang efektif dalam mendukung tata kelola keamanan informasi yang profesional dan akuntabel.